Categories
Book Reviews Treasure

Profesor Nuklir

“Seni adalah ledakan,” kata Deidara, anggota kelompok Akatsuki.

Barangkali itu juga yang ada di benak Allan. Meledakkan sesuatu telah menjadi minatnya sedari dahulu. Sejak kecil, ia sudah meledakkan beberapa hal. Termasuk meledakkan rumahnya sendiri. Baginya, ledakan adalah definisi sempurna dari keberhasilan. Itulah kenapa, dalam perang gerilya, ia sangat dihormati oleh banyak negara. Bahkan, para profesor pun tak jarang meminta saran perihal bom kepadanya.

Allan tak pernah menempuh pendidikan formal untuk mengetahui segala hal yang berkaitan dengan bom. Ia hanya belajar secara ototidak lewat praktiknya. Learning by doing, begitulah kira-kira dirinya belajar.

Kupikir, ilmu pengetahuan merupakan aspek yang sangat penting. Dengan ilmu pengetahuan, kita bisa mendapatkan apa saja. Asalkan benar-benar tekun dan rajin dalam bidang yang diminati. Kemudian saat telah sukses menekuni bidang yang diminati, percayalah, bahkan orang yang tinggi jabatannya dan kaya raya akan tampak kecil di hadapan orang berpengetahuan.

Begitulah. Ilmu pengetahuan sangat utama dan penting. Karena tanpa ilmu pengetahuan, manusia tidak akan pernah berkembang.

Ada dua hal yang perlu kita asah ketika sedang mempelajari sesuatu; teori dan praktik. Teori adalah bagian dari ilmu, yang sering kali menjelaskan asal usul sesuatu, kurang lebihnya apa, dan segala rincian lainnya. Hanya saja, ilmu tak akan pernah jadi pengetahuan jika tak pernah dipraktikkan. Karena ternyata, praktik adalah bagian dari pengetahuan.

Jika ingin menguasai ilmu pengetahuan, kita harus menguasai teori dan praktik. Teori tanpa praktik tak berguna. Sedangkan praktik tanpa teori akan sering menemui salah kaprah. Untuk itu, kuasailah dua-duanya.

Contoh kecil misalnya. Aku sedang belajar cara menulis. Teori mengatakan bahwa menulis adalah kamu memegang pensil dengan apitan tiga jari; ibu jari, telunjuk, dan jari tengah, yang kemudian digoreskan ke kertas kosong. Namun, kertas kosong tersebut akan tetap kosong jika kamu hanya mengimani teori menulis tapi tidak mempraktikkannya. Tapi jika kamu mengimani teori menulis dan lantas mempraktikkannya sesering mungkin, niscaya kertas tersebut tak akan pernah kosong lagi.

“Sudah pasti setiap orang membutuhkan makanan, dan setiap orang membutuhkan cinta dan perhatian. Namun ada sesuatu yang lain, lepas dari semua itu – yang dibutuhkan setiap orang yaitu mengetahui siapakah kita dan mengapa kita ada di sini”

– Sophie Amundsend dalam Dunia Sophie
Judul The 100-Year-Old Man Who Climbed Out of The Window and Disappeared | Penulis Jonas Jonasson | Penerbit Bentang Pustaka | Tebal 508 hal | Peresensi Reni Saputri | Penyunting Ridwan Malik

By Reni Saputri

D'amour Mou Castivaz

Leave a Reply